PENTINGNYA DASAR-DASAR PENGELOLAAN
MANAJEMEN YANG EFEKTIF
Di zaman globalisasi sekarang ini, dunia
sedang memasuki masa krisis finansial global yang mengganggu
aktivitas-aktivitas ekonomi skala global. Sebagai salah satu langkah menghadapi masalah ekonomi
sekarang ini yang ditandai dengan bertambahnya angka pengangguran maka sudah
saatnya warga negara-negara di dunia di
tuntut untuk mulai mandiri tidak menggantungkan diri menjadi karyawan dari
sebuah perusahaan.
. Banyak bentuk-bentuk bisnis yang
bisa dijalani oleh siapapun
dengan meraup keuntungan yang banyak darinya, ketika seorang wirausahaan
dapat mengetahui tentang dasar-dasar untuk membangun manajemen yang efektif dan
bagaimana cara seorang wirausaha maupun manajer dapat mengelola waktunya dengan
bijaksana dan bermanfaat. Tentunnya
hanya orang-orang siap saja yang mampu menang di era kompetitif dan krisis
global sekarang ini.
Setiap
perusahaan pasti mempunyai menajemen dan manajer yang menjadi penanggung jawab
dalam sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian serta
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien
dalam suatu perusahaan dan yang menjadikan maju mundurnya suatu perusahaan
tersebut.
Kemampuan membuat keputusan adalah
yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top
manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan.
Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif
yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi
setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling
baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia
pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang
benar.
1.2.Tujuan
1.2 Tujuan
1.
Mendalami
tentang dasar-dasar manajemen yang
efektif
2.
Mendalami
tentang tingkat-tingkat manajemen
3.
Mendalami
tentang fungsi-fungsi manajer
4.
Mendalami
tentang keahlian manajerial
5.
Mendalami
tentang cara manajer mengelola
waktu.
BAB II
DASAR-DASAR
MANAJEMEN EFEKTIF
A.
Pengertian
manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya
mengatur. Pengaturan dilakukan melalui
proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi fungsi manajemen itu.
Jadi, manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang
diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa peryataan
bagi kita.
ü Apa
yang diatur ?
Yang diatur adalah semua unsur unsur
manajemen yang terdiri dari men, money, method, materials, machines, and
market, disingkat dengan 6M dan semua aktifitas yang ditimbulkannya dalam
proses manajemen itu.
ü Kenapa
harus diatur ?
Agar 6M itu lebih berdaya guna,
berhasil guna, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang
optimal.
ü Siapa
yang mengatur?
Yang mengatur adalah para pemimpin
dengan wewenang kepemimpinannya melalui instruksi atau persuasi, sehingga 6M
dan semua proses manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang
diinginkannya .
ü Bagaimana
mengaturnya?
Mengaturnya yaitu melalui proses
darii urutan fungsi fungsi manajemen ( perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian = planning , organizing, directing, and
controlling ).
ü Dimana
harus diatur ?
Dalam suatu organisasi atau
perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah ” (tempat).
Untuk mengatur
6M dan semua aktifitas proses menejemen dalam mencapai tujuan nya. Tegas
nya, pengaturan hanya dapat di lakukan di dalam suatu organisasi. Sebab dalam
organisasi inilah tempat kerjasama, proses menejemen, pembagian
kerja,delegation of outhority, koordinasi dan integrasi dilakukan untuk
mencapai tujuan yg ingin di capai
Perlu di hayati menejemen dan organisasi bukan
tujuan, tetapi hanya alat untuk mencapai tujuan yang di
ingin kan, karena tujuan yang ingin dicapai itu pelayanan dan atau laba
(profit).
Walau pun menejemen dan organisasi
hanyan merupakan “alat dan wadah” saja,
tetapi harus di atur dengan sebaik-baik nya. Karena jika menejemen dan organisasi ini baik maka tujuan
optimal dapat di wujud kan, pemborosan terhindari, dan semua potensi yang di
miliki akan lebih bermanfaat
NIS management (salah urus) harus di
hindari, karena NIS menejemen akan minimbul kan kerugian, pemborosan, bahkan
tujuan tidak akan tercapai.
Defenisi-defenisi
menejemen :
1. Menejem mempunyaii tujuan yang ingin di capai.
1. Menejem mempunyaii tujuan yang ingin di capai.
2.
menejemen merupakan perpaduan antara ilmu dan seni
3.
menejemen proses sistematis koordinasi, koperatif dan terintegrasi dalam
memanfaatkan unsur-unsur nya (6M)
4.
menejen baru dapat di terapkan jika ada 2 orang atau lebih melakukan kerja sama
dalam suatu organisasi
5.
menejemen harus di dasar kan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab.
6.
menejemen terdiri dari beberapa fungsi
7.
menejemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan
Akibat perkembangan perhatian
terhadap manajemen ini mendorong para ahli untuk melakukan penelitian tentang
manajemen . para peneliti manajemen ini berasal dari berbagai Negara dan
meneliti jenis perusahaan yang berbeda seperti : Frederick Winslow Taylor (AS),
Henry Fayol (Prancis), Babbage (Inggris), dan Alexei Stakhanov (Rusia).
Berdasarkan hasil penelitian ( time and motion study ) dari Frederick Winslow Taylor
( 1859 – 1959 ) maka pada tahun 1915 manajemen diakui menjadi “suatu ilmu
pengetahuan ( scientific management ) “ yang terdiri sendiri.
Apakah
dasar (persyaratan) supaya manajemen dapat diterapkan ?
Manajemen
pada dasarnya baru dapat diterapkan jika :
1. Ada
tujuan bersama dan kepentingan yang sama yang akan dicapai.
2. Ada
kerja sama diantara sekelompok orang dalamikatan formal dan ikatan tata tertib
yang baik.
3. Ada
pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur.
4. Ada
hubungan formal dan ikatan kerja yang tertib.
5. Ada
sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan.
6. Ada
organisasi untuk melakukan kerja sama.
7. Ada
wewewnang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) dari setiap individu
anggota.
8. Ada
koordinasi, integrasi dan sinkronisasi (KIS) dari proses manajemen tersebut.
9. Ada
pemimpin/pengatur dan bawahan yang akan diatur.
10. Ada
relationship in organization dan human organization.
11. Ada
denature of man and the nature of organization.
12. Ada
komunikasi dan delegation of authority.
13.
B.
TINGKAT-TINGKAT
MANAJEMEN
Dilihat dari tingakatan organisasi,
manajemen dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:
1.
Manajemen
Puncak (Top Management)
Manajemen Puncak merupakan jenjang manajemen tertinggi, atau sering juga disebut manajemen senior. Manajemen puncak adalah orang yang memegang jabatan seperti pemimpin eksekutif (CEO) dan pemimpin operasi (COO) dan bertanggung jawab terhadap segenap pengarahan dalam organisasi. Mereka bertanggung jawab menciptakan kondisi penting untung perubahan juga termasuk membentuk visi dan misi jangka panjang untuk perusahaan.
Manajemen puncak juga wajib membantu
karyawan membangun rasa tanggung jawab terhadap perusahaan. Selain itu, manajer
puncak juga bertanggung jawab menciptakan budaya organisasi yang positif
melalui bahasa dan tindakan.
Manajer bertaggungjawab atas
pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari
organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang
dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk
membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer
dibawahnya.
2.
Manajemen
Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memiliki
keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama
dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan rencana dan
memastikan tercapainya suatu tujuan dan manajemen menengah mencakup semua manajemen yang berada
di antara manajemenr lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai
penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya
kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, manajer divisi, atau manajer wilayah.
3. Manajemen Bawah/Lini
(Low Management)
Manajemen ini dikenal pula dengan istilah manajemen
operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin
dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan
oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian
yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yang mencakup prosedur, teknik,
pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Mereka sering disebut penyelia (supervisor),
manajer shift, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
C. FUNGSI-FUNGSI MANAJER
Manajemen dapat berarti pencapaian tujuan
melalui pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu, tetapi dalam hal ini belum ada
persamaan pendapat dari para ahli manajemen tentang apa fungsi-fungsi itu.
Salah satu klasifikasi paling awal fungsi-fungsi manajemen dibuat oleh Henri
Fayol, yang menyatakan bahwa perencanaan, pengorganisasian pengkoordinasian,
pemberi perintah dan pengawasan adalah fungsi-fungsi utama.
Ada
empat fungsi utama manajer :
1.
Perencanaan (Planning)
perencanaan adalah fungsi yang berhubungan
dengan pembuatan keputusan mengenai apa yang akan dikerjakan, apa tujuan
perusahaan dan apa strategi dan alternatif tindakan. Agar efektif, perencanaan
harus meliputi kegiatan-kegiatan :
1. Menentukan
tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
2. Merumuskan
kebijakan dan prosedur.
3. Melakukan
peninjauan secara periodik untuk perubahan-perubahan yang terjadi, apakah
sesuai dengan rencana atau tidak.
4. Mencari
alternative lain untuk mencapai tujuan perusahaan.
2.
Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah pembagian tugas yang akan dikerjakan dan
pengembangan struktur organisasi atau struktur perusahaan yang sesuai agar
pekerjaan dapat di selesaikan dengan baik. Fungsi pengorganisasian itu
dikatakan baik apabila:
1. Memungkikan adanya spesialisasi.
2. Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan yang serupa
kedalam satu kelompok.
3. Mendelegasikan wewenang.
4. Mengandung mekanisme koordinasi.
Pengaturan
para karyawan dan sumber-sumber lain dengan cara yang konsisten dengan sasaran
perusahaan.
3.
Pengarahan
(Directing)
Pengarahan adalah fungsi manajen yang bertujuan untuk memotivasi dan membimbing
karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Dalam hal ini, gaya
kepemimnan manajer sangat menentukan ke efektifitas fungsi pengarahan. Paling
tidak ada tiga gaya kepemimpinan yang umum dijumpai dalam berbagai bentuk
organisasi, yaitu otoriter, demokratis, dan bebas. Pemimpin otoriter mengambil
keputusan tanpa berkonsultasi atau meminta pendapat dari bawahan. Pemimpin
demokratis menginginkan adanya peran bawahan dalam menghasilkan keputusan.
Pemimpin bebas menyerahkan pengambilan keputusan kepada bawahan dengan
pengarahan yang seminimal mungkin dari pemimpin.
4.
Pengendalian
(Controlling)
Pengendalian adalah fungsi manajemen
yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kerja terhadap tujun
perusahaan. Melalui fungsi pengedalian, jika hasil kerja itu tidak mendukung
pencapaian tujuan perusahaan maka dapat di hindari. Itulah mangapa pengendalian
yang baik harus menetapkan tingkat prestasi kerja yang diharapkan, sehingga
dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan atau tidak. Fungsi pengendalian
umumnya meliputi kegiatan membuat standar perencanaaan , menyusun jadwal kerja
, mengawasi pelaaksanaan kerja , dan melakukan tindakan kerja.
D.
keahlian-keahlian
manajerial
Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen
tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing, maka diperlukan beberapa
keahlian manajemen (managerial skills) yang diperlukan oleh setiap orang yang
terlibat dalam organsasi, khususnya organisasi bisnis.
Keahlian-keahlian managerial meliputi, sebagai berikut
1. Keahlian teknis
(technical skills) Keahlian teknis yaitu
keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu, seperti
mengoperasikan komputer, mendesain bangunan, membuat layout perusahaan, dan
lain sebagainya.
2. Keahlian berkomunikasi dan
berinteraksi dengan masyarakat (human relation skills) Keahlian berkomunikasi yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan
interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat.Contohnya adalah keahlian
dalam bernegosiasi, memotivasi, meyakinkan orang, dan lain sebagainya.
3.
Keahlian konseptual (conceptual skills) Keahlian konseptual yaitu keahlian dalam
berpikir secara abstrak, sistematis, termasuk di dalamnya mendiagnosa dan
menganalisis berbaga masalah dalam situasi yang berbeda-beda, bahkan keahlian
untuk memprediksi masa yang akan datang.
4.
Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skills) Keahlian dalam pengambilan keputusan yaitu keahlian untuk memanfaatkan waktu secara efektif dan
efisien.
Beberapa
keahlian lain yang juga diperlukan dalam manajemen atau pengelolaan bisnis,
jika dikaitkan dengan persaingan bisnis global. Di antaranya, yaitu:
1.
Keahlian dalam manajemen global (global management skills) Keahlian
dalam manajemen global yaitu
keahlian manajerial yang tidak saja terfokus pada satu keadaan di Negara
tertentu, akan tetapi juga lintas negara bahkan lintas budaya.
2.
Keahlian dalam hal teknologi (technological skills) Keahlian
dalam hal teknologi yaitu keahlian manajerial dalam mengikuti dan menguasai
berbagai perkembangan teknologi yang terjadimengidentifikasi masalah sekaligus
menawarkan berbagai alternative solusi atas permasalahan yang dihadapi.
3.
Keahlian dalam mengelola waktu (time management skills) Keahlian
dalam mengelola waktu yaitu keahlian
dalam mengatur waktu agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.
E.
CARA MANAJER MENGELOLA WAKTU
Dalam suatu perusahaan pasti terdapat seorang manajer yang menjadi
penanggung jawab dalam suatu perusahaan dan yang menjadikan maju mundurnya
suatu perusahaan tersebut. Jadi seorang manajer disini sangat berperan penting
terhadap kemajuan perusahaan, seorang manajer harus pandai dalam segala bidang
misalnya pandai dalam komunikasi terhadap karyawan, pandai dalam mengatasi
konflik, dll. tapi, dengan pandai disegala bidang masih banyak manajer yang
gagal dalam menjalankan suatu perusahaah tidak lain karena kelalaian dalam
menggunakan waktu. Banyak para manajer membuat kesalahan. menggunakan waktunya dalam menjalankan
atau memimpin dalam suatu perusahaan, waktu banyak dihabiskan untuk hal – hal
yang tidak produktif sehingga merugikan perusahaan, ada pula para manajer yang
menggunakan prinsip Asal Jalan alias sangat sedikit rencana, tidak
terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian
dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan
menghancurkan bisnis dan perusahaan mereka.
Jadi seorang manajer harus mempunyai cara – cara khusus untuk mengelola waktu agar suatu perusahaan yang mereka pimpin tetap bisa berkembang secara berkelanjutan.
Banyak Manajer Habiskan Waktu untuk Aktivitas Tak Produktif Semua karyawan atau kaum profesional pasti berusaha untuk terus-menerus meningkatkan karirnya hingga setidaknya jenjang manajer. Tapi, setelah promosi itu berhasil didapatkan, apa yang terjadi? Menurut sebuah survei: orang-orang yang telah menduduki kursi manajer lebih banyak menghabiskan waktu di belakang meja ketimbang beraksi nyata mengelola anak buah.
Lembaga konsultans Prodfoot mensurvei 1300 manajer level menengah di seluruh dunia dan mendapati temuan yang cukup mengejutkan. Bahwa, ternyata, rata-rata manajer menghabiskan hari-hari kerja mereka untuk aktivitas-aktivitas yang tidak produktif.
Laporan hasil penelitian The Global Productivity tersebut mengungkapkan, 34% dari waktu para manajer habis untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administratif. Hanya sepersepuluh (waktu para manajer) yang digunakan untuk kegiatan aktif yang bersifat supervisi terhadap bawahan.
Dan, oleh sebab kondisi para manajer semacam itu, para karyawan yang ada di bawah mereka pun kurang lebih sama. Survei menemukan, lebih dari sepertiga waktu karyawan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Artinya, dari 5 hari kerja, hampir dua hari (1,7) tidak produktif. Sedangkan, untuk para manajer, 18,5% dari total waktu mereka, atau setara dengan satu hari kerja penuh, tidak produktif.
Rintangan
Jadi seorang manajer harus mempunyai cara – cara khusus untuk mengelola waktu agar suatu perusahaan yang mereka pimpin tetap bisa berkembang secara berkelanjutan.
Banyak Manajer Habiskan Waktu untuk Aktivitas Tak Produktif Semua karyawan atau kaum profesional pasti berusaha untuk terus-menerus meningkatkan karirnya hingga setidaknya jenjang manajer. Tapi, setelah promosi itu berhasil didapatkan, apa yang terjadi? Menurut sebuah survei: orang-orang yang telah menduduki kursi manajer lebih banyak menghabiskan waktu di belakang meja ketimbang beraksi nyata mengelola anak buah.
Lembaga konsultans Prodfoot mensurvei 1300 manajer level menengah di seluruh dunia dan mendapati temuan yang cukup mengejutkan. Bahwa, ternyata, rata-rata manajer menghabiskan hari-hari kerja mereka untuk aktivitas-aktivitas yang tidak produktif.
Laporan hasil penelitian The Global Productivity tersebut mengungkapkan, 34% dari waktu para manajer habis untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administratif. Hanya sepersepuluh (waktu para manajer) yang digunakan untuk kegiatan aktif yang bersifat supervisi terhadap bawahan.
Dan, oleh sebab kondisi para manajer semacam itu, para karyawan yang ada di bawah mereka pun kurang lebih sama. Survei menemukan, lebih dari sepertiga waktu karyawan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Artinya, dari 5 hari kerja, hampir dua hari (1,7) tidak produktif. Sedangkan, untuk para manajer, 18,5% dari total waktu mereka, atau setara dengan satu hari kerja penuh, tidak produktif.
Rintangan
Para
manajer juga diminta untuk menyebutkan 5 rintangan utama dalam meningkatkan
produktivitas.Hasilnya sebagai berikut:
1. Minimnya karyawan berketrampilan tinggi
2. Kurangknya komunikasi internal yang bagus dan berbagai regulasi
3. Rendahnya semangat karyawan
4. Angka turnnover yang tinggi
5. Kualitas dari supervisor yang bersangkutan
1. Minimnya karyawan berketrampilan tinggi
2. Kurangknya komunikasi internal yang bagus dan berbagai regulasi
3. Rendahnya semangat karyawan
4. Angka turnnover yang tinggi
5. Kualitas dari supervisor yang bersangkutan
Lebih
jauh, kondisi secara global menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan berada di
bawah kinerja ketika dihadapkan pada isu produktivitas --hanya 30% saja
perusahaan yang benar-benar produktif. CEO Proudfoot Consulting Luiz Carvalho
mengatakan, temuan hasil penelitian tersebut hendaknya bisa menjadi peringatan
bagi perusahaan sekaligus kesempatan untuk berbenah. Disarankan, perusahaan
sebaiknya memperhatikan ringtangan-rintangan yang menghambat produktivitas,
seperti kebijakan dan prosedur yang tidak perlu, birokratisasi dan
fungsi-fungsi yang tidak efektif.
"Mengapa para manajer lebih banyak menghabiskan waktu untuk administrasi? Salah satu penyebabnya tak lain karena mereka harus menghadapi kertas-kertas kerja yang tak perlu," ujar Carvalho. "Berapa banyak laporan-laporan yang masuk kepada manajer setiap bulannya, dan berapa banyak laporan yang harus mereka buat untuk pekerjaan mereka sendiri?" tanya dia retoris. Menurut hemat Carvarlo, banyak di antara laporan-laporan itu yang sesungguhnya tidak perlu. "Ini saatnya untuk meng-assesst pekerjaan kantor secara rasional," tambah dia menyarankan."Perusahaan yang mampu bertahan di masa depan adalah mereka yang mampu mengatasi lima rintangan tadi, sehingga bisa menjadi lebih produktif dan kompetitif," simpul Carvalho.
"Mengapa para manajer lebih banyak menghabiskan waktu untuk administrasi? Salah satu penyebabnya tak lain karena mereka harus menghadapi kertas-kertas kerja yang tak perlu," ujar Carvalho. "Berapa banyak laporan-laporan yang masuk kepada manajer setiap bulannya, dan berapa banyak laporan yang harus mereka buat untuk pekerjaan mereka sendiri?" tanya dia retoris. Menurut hemat Carvarlo, banyak di antara laporan-laporan itu yang sesungguhnya tidak perlu. "Ini saatnya untuk meng-assesst pekerjaan kantor secara rasional," tambah dia menyarankan."Perusahaan yang mampu bertahan di masa depan adalah mereka yang mampu mengatasi lima rintangan tadi, sehingga bisa menjadi lebih produktif dan kompetitif," simpul Carvalho.
Jadi
menurut permasalah di atas maka seorang manager mencoba mengola waktu dengan
baik misalnya dengan menjalankan 10 prinsip di bawah ini :
1. Prinsip Analisis Waktu.
Analisis waktu adalah
pra-syarat bagi pengelolaan waktu. Pembuatan catatan waktu harian dari kegiatan
yang mencatat jarak waktu 15 sampai 30 menit, selama waktu tidak kurang dari
dua minggu, adalah esensial sebagai dasar dari analisis.
2. Prinsip Perencanaan Harian.
Rencana
harian yang dirumuskan setelah jam kerja hari sebelumnya, atau di pagi hari
sekali sebelum jam kerja dimulai; dan disesuaikan secara obyektif dengan
kejadian yang hampir selesai; ini esensial untuk penggunaan efektif dari waktu
pribadi.
3. Prinsip Menjadwalkan Menurut
Prioritas.
Waktu
yang tersedia dalam hari kerja harus dijadwalkan untuk menyelesaikan item kerja
yang mempunyai prioritas tertinggi.
4.
Prinsip Keluwesan.
Keluwesan
atau fleksibilitas harus menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan rencana
mengenai pemanfaatan waktu pribadi. Atau jika dikatakan dengan sederhana:
janganlah menjadwalkan waktu lebih atau kurang!
5. Prinsip Pendelegasian.
Pendelegasian
dari semua item kerja konsisten dengan pembatasan pekerjaan manajer, penting
untuk menyediakan waktu yang lebih diperlukan bagi pekerjaan manajerial.
6. Prinsip Segmentasi Aktif.
Item pekerjaan yang serupa sifatnya, yang
memerlukan sumber dan keadaan lingkungan serupa untuk penyelesaiannya, harus
dikelompokkan dalam pembagian hari kerja.
7. Prinsip Pengendalian Gangguan.
Pengendalian
dan / atau pengaturan kegiatan lain, yang mencukupi untuk meminimalkan banyak
dan lamanya gangguan, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
8. Prinsip Meminimalkan Pekerjaan Rutin.
8. Prinsip Meminimalkan Pekerjaan Rutin.
Item
pekerjaan yang bersifat rutin dan tidak mengandung banyak nilai secara obyektif
pada umumnya, harus diminimalkan.
9. Prinsip Penerapan Rencana dan Tindak-Lanjut.
Penerapan rencana harian dan tindak-lanjut
harian, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
10. Prinsip Analisis Berulang.
Analisis
penggunaan waktu harus diulang, paling tidak sekali setiap enam bulan, untuk
mencegah kembali ke kebiasaan pengelolaan waktu yang buruk.
Kesepuluh prinsip waktu tersebut di atas, telah dirumuskan
oleh Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang bisa dicoba juga
dibuat prinsip mengelola waktu dan pengembangan bisnis kita. Bahkan mungkin
saja, seorang manajer dapat merumuskan prinsip tambahan lagi, yang semakin
menyempurnakan kesepuluh prinsip tersebut.
Entrepreneur atau Pimpinan atau Manajer Perusahaan, bisa menerapkan kesepuluh prinsip itu, dan bahkan dapat menambahkan prinsip lainnya dari pengalaman mereka, maka mereka akan terhindar dari PRINSIP ASAL JALAN saja... sangat sedikit rencana, tidak terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian! Saya berani "bertaruh", jika ini yang dilakukan hanyalah... PRINSIP ASAL JALAN... dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan perusahaan mereka.
Entrepreneur atau Pimpinan atau Manajer Perusahaan, bisa menerapkan kesepuluh prinsip itu, dan bahkan dapat menambahkan prinsip lainnya dari pengalaman mereka, maka mereka akan terhindar dari PRINSIP ASAL JALAN saja... sangat sedikit rencana, tidak terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian! Saya berani "bertaruh", jika ini yang dilakukan hanyalah... PRINSIP ASAL JALAN... dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan perusahaan mereka.
Daftar
Pustaka
M.T. Ritonga, Yoga Firdaus. Ekonomi. Phibeta.Jakarta,
2007
Husein
Umar. Business An Introduction.Gramedia. Jakarta, 2003
http://Arief
Bowo PK,SE.,MM. Manajemen. Jakarta 2008
Alma, Buchari. Pengantar Bisnis.
Alfabeta. Bandung, 2008.
T.Hani Handoko.M.B.A. Manajemen.
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar