Selasa, 25 November 2014

DASAR-DASAR PENGELOLAAN MANAJEMEN



PENTINGNYA DASAR-DASAR PENGELOLAAN
MANAJEMEN YANG EFEKTIF
1.1. Latar Belakang
           Di zaman globalisasi sekarang ini, dunia sedang memasuki masa krisis finansial global yang mengganggu aktivitas-aktivitas ekonomi skala global. Sebagai  salah satu langkah menghadapi masalah ekonomi sekarang ini yang ditandai dengan bertambahnya angka pengangguran maka sudah saatnya  warga negara-negara di dunia di tuntut untuk mulai mandiri tidak menggantungkan diri menjadi karyawan dari sebuah perusahaan.

           . Banyak bentuk-bentuk bisnis yang  bisa dijalani oleh siapapun dengan meraup keuntungan yang banyak darinya, ketika seorang wirausahaan dapat mengetahui tentang dasar-dasar untuk membangun manajemen yang efektif dan bagaimana cara seorang wirausaha maupun manajer dapat mengelola waktunya dengan bijaksana dan bermanfaat. Tentunnya hanya orang-orang siap saja yang mampu menang di era kompetitif dan krisis global sekarang ini.
           Setiap perusahaan pasti mempunyai menajemen dan manajer yang menjadi penanggung jawab dalam sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian serta pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien dalam suatu perusahaan dan yang menjadikan maju mundurnya suatu perusahaan tersebut.
           Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.





1.2.Tujuan
1.2  Tujuan
1.      Mendalami tentang dasar-dasar manajemen yang efektif
2.      Mendalami tentang tingkat-tingkat manajemen
3.      Mendalami tentang fungsi-fungsi manajer
4.      Mendalami tentang keahlian manajerial
5.      Mendalami tentang cara manajer mengelola waktu.


















BAB II
DASAR-DASAR MANAJEMEN EFEKTIF
A.   Pengertian manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui  proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa peryataan bagi kita.
ü  Apa yang diatur ?
            Yang diatur adalah semua unsur unsur manajemen yang terdiri dari men, money, method, materials, machines, and market, disingkat dengan 6M dan semua aktifitas yang ditimbulkannya dalam proses manajemen itu.
ü  Kenapa harus diatur ?
            Agar 6M itu lebih berdaya guna, berhasil guna, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
ü  Siapa yang mengatur?
            Yang mengatur adalah para pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui instruksi atau persuasi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkannya .
ü  Bagaimana mengaturnya?
            Mengaturnya yaitu melalui proses darii urutan fungsi fungsi manajemen ( perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian = planning , organizing, directing, and controlling ).
ü  Dimana harus diatur ?
            Dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah ” (tempat).

            Untuk  mengatur  6M dan semua aktifitas proses menejemen dalam mencapai tujuan nya. Tegas nya, pengaturan hanya dapat di lakukan di dalam suatu organisasi. Sebab dalam organisasi inilah tempat kerjasama, proses menejemen, pembagian kerja,delegation of outhority, koordinasi dan integrasi dilakukan untuk mencapai  tujuan yg ingin di capai
            Perlu  di hayati menejemen dan organisasi bukan tujuan,  tetapi  hanya alat untuk mencapai tujuan yang di ingin kan, karena tujuan yang ingin dicapai itu pelayanan dan atau laba (profit).
            Walau pun menejemen dan organisasi hanyan merupakan “alat  dan wadah” saja, tetapi harus di atur dengan sebaik-baik nya. Karena jika  menejemen dan organisasi ini baik maka tujuan optimal dapat di wujud kan, pemborosan terhindari, dan semua potensi yang di miliki akan lebih bermanfaat
            NIS management (salah urus) harus di hindari, karena NIS menejemen akan minimbul kan kerugian, pemborosan, bahkan tujuan tidak akan tercapai.
Defenisi-defenisi menejemen :

1. Menejem mempunyaii tujuan yang ingin di capai.
2. menejemen merupakan perpaduan antara ilmu dan seni
3. menejemen proses sistematis koordinasi, koperatif dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsur nya (6M)
4. menejen baru dapat di terapkan jika ada 2 orang atau lebih melakukan kerja sama dalam suatu organisasi
5. menejemen harus di dasar kan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab.
6. menejemen terdiri dari beberapa fungsi
7. menejemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan

            Akibat perkembangan perhatian terhadap manajemen ini mendorong para ahli untuk melakukan penelitian tentang manajemen . para peneliti manajemen ini berasal dari berbagai Negara dan meneliti jenis perusahaan yang berbeda seperti : Frederick Winslow Taylor (AS), Henry Fayol (Prancis), Babbage (Inggris), dan Alexei Stakhanov (Rusia). Berdasarkan hasil penelitian ( time and motion study ) dari Frederick Winslow Taylor ( 1859 – 1959 ) maka pada tahun 1915 manajemen diakui menjadi “suatu ilmu pengetahuan ( scientific management ) “ yang terdiri sendiri.
Apakah dasar (persyaratan) supaya manajemen dapat diterapkan ?
Manajemen pada dasarnya baru dapat diterapkan jika :
1.      Ada tujuan bersama dan kepentingan yang sama yang akan dicapai.
2.      Ada kerja sama diantara sekelompok orang dalamikatan formal dan ikatan tata tertib yang baik.
3.      Ada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur.
4.      Ada hubungan formal dan ikatan kerja yang tertib.
5.      Ada sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan.
6.      Ada organisasi untuk melakukan kerja sama.
7.      Ada wewewnang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) dari setiap individu anggota.
8.      Ada koordinasi, integrasi dan sinkronisasi (KIS) dari proses manajemen tersebut.
9.      Ada pemimpin/pengatur dan bawahan yang akan diatur.
10.  Ada relationship in organization dan human organization.
11.  Ada denature of man and the nature of organization.
12.  Ada komunikasi dan delegation of authority.


13.   
B.   TINGKAT-TINGKAT MANAJEMEN

Dilihat dari tingakatan organisasi, manajemen dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:

1.      Manajemen Puncak (Top Management)

            Manajemen Puncak merupakan jenjang manajemen tertinggi, atau sering juga disebut manajemen senior. Manajemen puncak adalah orang yang memegang  jabatan seperti pemimpin eksekutif (CEO) dan pemimpin operasi (COO) dan bertanggung jawab terhadap segenap pengarahan dalam organisasi. Mereka bertanggung jawab  menciptakan kondisi penting untung perubahan juga termasuk membentuk visi dan misi jangka panjang untuk perusahaan.     
            Manajemen puncak juga wajib membantu karyawan membangun rasa tanggung jawab terhadap perusahaan. Selain itu, manajer puncak juga bertanggung jawab menciptakan budaya organisasi yang positif melalui bahasa dan tindakan.
            Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.

2.      Manajemen Menengah (Middle Management)

            Manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan dan manajemen menengah mencakup semua manajemen yang berada di antara manajemenr lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, manajer divisi, atau  manajer wilayah.



3.      Manajemen Bawah/Lini (Low Management)

            Manajemen ini dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yang mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus.  Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

C.   FUNGSI-FUNGSI  MANAJER
    
     Manajemen dapat berarti pencapaian tujuan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu, tetapi dalam hal ini belum ada persamaan pendapat dari para ahli manajemen tentang apa fungsi-fungsi itu. Salah satu klasifikasi paling awal fungsi-fungsi manajemen dibuat oleh Henri Fayol, yang menyatakan bahwa perencanaan, pengorganisasian pengkoordinasian, pemberi perintah dan pengawasan adalah fungsi-fungsi utama.
Ada empat fungsi utama manajer :
1.      Perencanaan (Planning)
   perencanaan adalah fungsi yang berhubungan dengan pembuatan keputusan mengenai apa yang akan dikerjakan, apa tujuan perusahaan dan apa strategi dan alternatif tindakan. Agar efektif, perencanaan harus meliputi kegiatan-kegiatan :
1.      Menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
2.      Merumuskan kebijakan dan prosedur.
3.      Melakukan peninjauan secara periodik untuk perubahan-perubahan yang terjadi, apakah sesuai dengan rencana atau tidak.
4.      Mencari alternative lain untuk mencapai tujuan perusahaan.




2.      Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah pembagian tugas yang akan dikerjakan dan pengembangan struktur organisasi atau struktur perusahaan yang sesuai agar pekerjaan dapat di selesaikan dengan baik. Fungsi pengorganisasian itu dikatakan baik apabila:
1.      Memungkikan adanya spesialisasi.
2.      Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan yang serupa kedalam satu kelompok.
3.      Mendelegasikan  wewenang.
4.      Mengandung mekanisme koordinasi.
      Pengaturan para karyawan dan sumber-sumber lain dengan cara yang konsisten dengan sasaran perusahaan.
3.      Pengarahan (Directing)
     Pengarahan adalah fungsi manajen yang bertujuan untuk memotivasi dan membimbing karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Dalam hal ini, gaya kepemimnan manajer sangat menentukan ke efektifitas fungsi pengarahan. Paling tidak ada tiga gaya kepemimpinan yang umum dijumpai dalam berbagai bentuk organisasi, yaitu otoriter, demokratis, dan bebas. Pemimpin otoriter mengambil keputusan tanpa berkonsultasi atau meminta pendapat dari bawahan. Pemimpin demokratis menginginkan adanya peran bawahan dalam menghasilkan keputusan. Pemimpin bebas menyerahkan pengambilan keputusan kepada bawahan dengan pengarahan yang seminimal mungkin dari pemimpin.


4.      Pengendalian (Controlling)
            Pengendalian adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kerja terhadap tujun perusahaan.  Melalui fungsi pengedalian, jika hasil kerja itu tidak mendukung pencapaian tujuan perusahaan maka dapat di hindari. Itulah mangapa pengendalian yang baik harus menetapkan tingkat prestasi kerja yang diharapkan, sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan atau tidak. Fungsi pengendalian umumnya meliputi kegiatan membuat standar perencanaaan , menyusun jadwal kerja , mengawasi pelaaksanaan kerja , dan melakukan tindakan kerja.

D.   keahlian-keahlian manajerial
Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing, maka diperlukan beberapa keahlian manajemen (managerial skills) yang diperlukan oleh setiap orang yang terlibat dalam organsasi, khususnya organisasi bisnis.
Keahlian-keahlian managerial meliputi, sebagai berikut
1.     Keahlian teknis (technical skills)                                                                                                     Keahlian teknis yaitu keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu, seperti mengoperasikan komputer, mendesain bangunan, membuat layout perusahaan, dan lain sebagainya.
2.      Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human relation skills)                                                                                                                                              Keahlian berkomunikasi yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat.Contohnya adalah keahlian dalam bernegosiasi, memotivasi, meyakinkan orang, dan lain sebagainya.
3.         Keahlian konseptual (conceptual skills)                                                                            Keahlian konseptual yaitu keahlian dalam berpikir secara abstrak, sistematis, termasuk di dalamnya mendiagnosa dan menganalisis berbaga masalah dalam situasi yang berbeda-beda, bahkan keahlian untuk memprediksi masa yang akan datang.
4.      Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skills)                                              Keahlian dalam pengambilan keputusan yaitu keahlian untuk memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.
     Beberapa keahlian lain yang juga diperlukan dalam manajemen atau pengelolaan bisnis, jika dikaitkan dengan persaingan bisnis global. Di antaranya, yaitu:
1.      Keahlian dalam manajemen global (global management skills)                                      Keahlian dalam manajemen global yaitu keahlian manajerial yang tidak saja terfokus pada satu keadaan di Negara tertentu, akan tetapi juga lintas negara bahkan lintas budaya.

2.      Keahlian dalam hal teknologi (technological skills)                                                                       Keahlian dalam hal teknologi yaitu keahlian manajerial dalam mengikuti dan menguasai berbagai perkembangan teknologi yang terjadimengidentifikasi masalah sekaligus menawarkan berbagai alternative solusi atas permasalahan yang dihadapi.
3.      Keahlian dalam mengelola waktu (time management skills)                                                        Keahlian dalam mengelola waktu  yaitu keahlian dalam mengatur waktu agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.
















E.   CARA MANAJER MENGELOLA WAKTU
            Dalam suatu perusahaan pasti terdapat seorang manajer yang menjadi penanggung jawab dalam suatu perusahaan dan yang menjadikan maju mundurnya suatu perusahaan tersebut. Jadi seorang manajer disini sangat berperan penting terhadap kemajuan perusahaan, seorang manajer harus pandai dalam segala bidang misalnya pandai dalam komunikasi terhadap karyawan, pandai dalam mengatasi konflik, dll. tapi, dengan pandai disegala bidang masih banyak manajer yang gagal dalam menjalankan suatu perusahaah tidak lain karena kelalaian dalam menggunakan waktu. Banyak para manajer membuat kesalahan.      menggunakan waktunya dalam menjalankan atau memimpin dalam suatu perusahaan, waktu banyak dihabiskan untuk hal – hal yang tidak produktif sehingga merugikan perusahaan, ada pula para manajer yang menggunakan prinsip Asal Jalan alias sangat sedikit rencana, tidak terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan perusahaan mereka.
            Jadi seorang manajer harus mempunyai cara – cara khusus untuk mengelola waktu agar suatu perusahaan yang mereka pimpin tetap bisa berkembang secara berkelanjutan.
            Banyak Manajer Habiskan Waktu untuk Aktivitas Tak Produktif Semua karyawan atau kaum profesional pasti berusaha untuk terus-menerus meningkatkan karirnya hingga setidaknya jenjang manajer. Tapi, setelah promosi itu berhasil didapatkan, apa yang terjadi? Menurut sebuah survei: orang-orang yang telah menduduki kursi manajer lebih banyak menghabiskan waktu di belakang meja ketimbang beraksi nyata mengelola anak buah.
Lembaga konsultans Prodfoot mensurvei 1300 manajer level menengah di seluruh dunia dan mendapati temuan yang cukup mengejutkan. Bahwa, ternyata, rata-rata manajer menghabiskan hari-hari kerja mereka untuk aktivitas-aktivitas yang tidak produktif.
            Laporan hasil penelitian The Global Productivity tersebut mengungkapkan, 34% dari waktu para manajer habis untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administratif. Hanya sepersepuluh (waktu para manajer) yang digunakan untuk kegiatan aktif yang bersifat supervisi terhadap bawahan.
            Dan, oleh sebab kondisi para manajer semacam itu, para karyawan yang ada di bawah mereka pun kurang lebih sama. Survei menemukan, lebih dari sepertiga waktu karyawan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Artinya, dari 5 hari kerja, hampir dua hari (1,7) tidak produktif. Sedangkan, untuk para manajer, 18,5% dari total waktu mereka, atau setara dengan satu hari kerja penuh, tidak produktif.
Rintangan
           
            Para manajer juga diminta untuk menyebutkan 5 rintangan utama dalam meningkatkan produktivitas.Hasilnya sebagai berikut:
1. Minimnya karyawan berketrampilan tinggi
2. Kurangknya komunikasi internal yang bagus dan berbagai regulasi
3. Rendahnya semangat karyawan
4. Angka turnnover yang tinggi
5. Kualitas dari supervisor yang bersangkutan

            Lebih jauh, kondisi secara global menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan berada di bawah kinerja ketika dihadapkan pada isu produktivitas --hanya 30% saja perusahaan yang benar-benar produktif. CEO Proudfoot Consulting Luiz Carvalho mengatakan, temuan hasil penelitian tersebut hendaknya bisa menjadi peringatan bagi perusahaan sekaligus kesempatan untuk berbenah. Disarankan, perusahaan sebaiknya memperhatikan ringtangan-rintangan yang menghambat produktivitas, seperti kebijakan dan prosedur yang tidak perlu, birokratisasi dan fungsi-fungsi yang tidak efektif.
            "Mengapa para manajer lebih banyak menghabiskan waktu untuk administrasi? Salah satu penyebabnya tak lain karena mereka harus menghadapi kertas-kertas kerja yang tak perlu," ujar Carvalho. "Berapa banyak laporan-laporan yang masuk kepada manajer setiap bulannya, dan berapa banyak laporan yang harus mereka buat untuk pekerjaan mereka sendiri?" tanya dia retoris. Menurut hemat Carvarlo, banyak di antara laporan-laporan itu yang sesungguhnya tidak perlu. "Ini saatnya untuk meng-assesst pekerjaan kantor secara rasional," tambah dia menyarankan."Perusahaan yang mampu bertahan di masa depan adalah mereka yang mampu mengatasi lima rintangan tadi, sehingga bisa menjadi lebih produktif dan kompetitif," simpul Carvalho.
           
            Jadi menurut permasalah di atas maka seorang manager mencoba mengola waktu dengan baik misalnya dengan menjalankan 10 prinsip di bawah ini :

1. Prinsip Analisis Waktu.
            Analisis waktu adalah pra-syarat bagi pengelolaan waktu. Pembuatan catatan waktu harian dari kegiatan yang mencatat jarak waktu 15 sampai 30 menit, selama waktu tidak kurang dari dua minggu, adalah esensial sebagai dasar dari analisis.
2. Prinsip Perencanaan Harian.
            Rencana harian yang dirumuskan setelah jam kerja hari sebelumnya, atau di pagi hari sekali sebelum jam kerja dimulai; dan disesuaikan secara obyektif dengan kejadian yang hampir selesai; ini esensial untuk penggunaan efektif dari waktu pribadi.

3. Prinsip Menjadwalkan Menurut Prioritas.
            Waktu yang tersedia dalam hari kerja harus dijadwalkan untuk menyelesaikan item kerja yang mempunyai prioritas tertinggi.

4.      Prinsip Keluwesan.
            Keluwesan atau fleksibilitas harus menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan rencana mengenai pemanfaatan waktu pribadi. Atau jika dikatakan dengan sederhana: janganlah menjadwalkan waktu lebih atau kurang!

5. Prinsip Pendelegasian.
            Pendelegasian dari semua item kerja konsisten dengan pembatasan pekerjaan manajer, penting untuk menyediakan waktu yang lebih diperlukan bagi pekerjaan manajerial.

6. Prinsip Segmentasi Aktif.
             Item pekerjaan yang serupa sifatnya, yang memerlukan sumber dan keadaan lingkungan serupa untuk penyelesaiannya, harus dikelompokkan dalam pembagian hari kerja.

7. Prinsip Pengendalian Gangguan.
            Pengendalian dan / atau pengaturan kegiatan lain, yang mencukupi untuk meminimalkan banyak dan lamanya gangguan, sangat penting bagi pengelolaan waktu.


8. Prinsip Meminimalkan Pekerjaan Rutin.
            Item pekerjaan yang bersifat rutin dan tidak mengandung banyak nilai secara obyektif pada umumnya, harus diminimalkan.

9. Prinsip Penerapan Rencana dan Tindak-Lanjut.
             Penerapan rencana harian dan tindak-lanjut harian, sangat penting bagi pengelolaan waktu.

10. Prinsip Analisis Berulang.
            Analisis penggunaan waktu harus diulang, paling tidak sekali setiap enam bulan, untuk mencegah kembali ke kebiasaan pengelolaan waktu yang buruk.

         Kesepuluh prinsip waktu tersebut di atas, telah dirumuskan oleh Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang bisa dicoba juga dibuat prinsip mengelola waktu dan pengembangan bisnis kita. Bahkan mungkin saja, seorang manajer dapat merumuskan prinsip tambahan lagi, yang semakin menyempurnakan kesepuluh prinsip tersebut.

         Entrepreneur atau Pimpinan atau Manajer Perusahaan, bisa menerapkan kesepuluh prinsip itu, dan bahkan dapat menambahkan prinsip lainnya dari pengalaman mereka, maka mereka akan terhindar dari PRINSIP ASAL JALAN saja... sangat sedikit rencana, tidak terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian! Saya berani "bertaruh", jika ini yang dilakukan hanyalah... PRINSIP ASAL JALAN... dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan perusahaan mereka.

Daftar Pustaka
M.T. Ritonga, Yoga Firdaus. Ekonomi. Phibeta.Jakarta, 2007
Husein Umar. Business An Introduction.Gramedia. Jakarta, 2003
http://Arief Bowo PK,SE.,MM. Manajemen. Jakarta 2008
Alma, Buchari. Pengantar Bisnis. Alfabeta. Bandung, 2008.
T.Hani Handoko.M.B.A. Manajemen. Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar